Label

Rabu, 27 September 2023

Terima Kasih Sudah Bahagia (kembali)

Hari ini, hari dimana saya (kembali) kalah dengan hati saya sendiri, sudah sekeras apapun saya untuk berusaha tidak mencarimu (kembali), namun saya memilih membasahi (kembali) samudra indah yang sudah sebisa saya keringkan karena menatap riuh isi kepala.

Hari ini saya mendengarkan beberapa playlist lagu yang diciptakan Iksan Skuter.
Masih ingatkah kamu dengan lagu kesukaan saya yang mana? Semoga.
Lagu yang setiap saya dan kamu mendengarnya, kamu mengucapkan "lagu kamu, nih!".

Lebih tepatnya, lagu yang kamu nyayikanlah yang menjadi lagu kesukaan saya, saya mengenal lagu Iksan Skuter pun juga dari suara merdumu.

Sampai sekarang, saya masih tersenyum kecil jika mengingat-ingat tentang saya dan kamu di waktu yang telah berlalu itu. Gadis batinku pun masih kebingungan karena saya terlihat seperti tergila-gila denganmu.

Saya hanya jatuh cinta. Jika ditanya kenapa? Susah sepertinya dijelaskan. Namun yang pasti, ini tentang kamu. Saya menyukai kamu yang apa adanya. Kamu tidak pernah berusaha keras untuk terlihat keren di depan saya. 

Saya menyukai kamu yang mencoba menyanyikan lagu yang saya sukai. Tidak merasa malu untuk menanyakan ini-itu tentang yang tidak kamu tahu. Hingga kita memiliki lagu yang sama-sama saya dan kamu sukai. Yang (kembali) saya harap bisa saya dan kamu senandungkan bersama. 

Kamu pun selalu mencoba mengerti dunia saya. Tidak membiarkan saya yang suka menghilang kalau sedang bertengkar dengan diri sendiri. Kamu yang tidak pernah merasa takut membuat saya terganggu karena keberadaanmu. Memang itu yang saya mau. Kamu mengetahui, itu.

Saya juga menyukai senyum menjengkelkanmu saat saya menatap. Padahal saya yang selalu menghindar dari matamu ketika saya dan kamu berbincang. Pipi saya kerap merah, lucu. Sampai pernah kamu menegur saya, “hati-hati menyukai adik sendiri!” 

Masih ada yang saya sukai darimu, tentang kamu yang selalu berusaha membuat saya tertawa, tentang kelakarmu, tentang mimpi besarmu, dan tentang pelukmu yang hangat. Dan banyak. Masih banyak. 

Kalau masih ada waktu saya bisa mengenalmu lebih lama, saya akan semakin menyukaimu. Saya akan semakin jatuh cinta. Tapi, sepertinya Cupid hanya memberi saya dan kamu waktu singkat. Waktu terbaik yang saya dan kamu punya. 

Dan itu cukup. Terima kasih sudah mengizinkan saya mengenalmu.

Hari ini saya (kembali) melihatmu,
Terima kasih sudah bahagia (kembali),
dimana saat tanpa saya, yang tidak diizinkan kembali.

Minggu, 10 September 2023

Melepas adalah Jawabanku.

Saya terhempaskan warna aslimu yang kamu coba tutup dengan topeng-topeng bopeng.

"Kamu baik-baik ya ke depannya" –Kalimat terakhir yang saya ucapkan sebelum menutup pintu.

Terima kasih telah memberi rasa dalam setiap notifmu.
Terima kasih sudah mau mengenal pribadi saya yang tidak semua orang tau.

Saya gagal,
dan hari ini saya sudah berusaha ikhlas untuk semuanya.

Tugas saya sudah usai, selamat melanjutkan perjalananmu.
Selamat tinggal untuk kisah kita, jaga dirimu dengan baik dan hiduplah dengan bahagia.

Aku mencintaimu, berbahagialah dan terima kasih untuk waktu yang telah kita lalui bersama.
Semoga aku dan kamu bertemu dengan akhir yang bahagia, meskipun dengan orang yang berbeda.

See you orang baik, jaga diri kamu baik-baik
Saya akan sangat merindukan lembutnya air mukamu.

Minggu, 03 September 2023

Don't do what I did.

 Hai, gimana kabarnya? Saya tidak baik-baik saja semenjak pertengahan bulan Juli, saya yakin kamu tau itu.

Setelah bulan Juli selesai, sudah juga saya melewati bulan Agustus, sekarang sudah ingin memasuki bulan kedua saya akrab dengan kesunyian. Tbh, tidak begitu sunyi, saya banyak kenalan dengan orang baru di sini dan bertemu teman lama yang kebetulan ada di kota ini. Tapi saya masih merasa sepi, mungkin jiwa saya masih terjebak di bulan Juli. Terjebak dalam kisah singkat dengan sejarah yang begitu melekat.

Semesta cemburu padamu, tuan. Dia tau saya begitu mencintaimu, semesta memilih memisahkan dari sekian banyaknya cara. Perlahan saya menghargai itu, pun, menghargai kamu. Saya harus melepaskan orang yang masih ingin saya miliki, kamu pergi saat saya berusaha jadi yang terbaik.

Maaf untuk saya masih berusaha mencarimu, maaf sudah membuang waktumu, dan maaf saya jahat.
Terima kasih untuk rasa yang telah kamu berikan ke saya, terima kasih sudah menjadi bagian proses pendewasaan saya, dan terima kasih sudah sempat menjadi kebahagiaan yang saya harapkan berujung sempurna untuk ke depan, meskipun tidak demikian.

Saya mencarimu agar kita berbicara berdua seperti apa yang biasa kita lakukan, tidak apa-apa jika untuk terakhir kali, karena jika meminta kamu hadir dengan kenangan yang lebih hebat, saya tidak mau menunda perpisahan, saya tidak lagi mau menyakitimu lebih jauh.

Tuan, kamu tau saya menunggumu, namun pilihlah yang terbaik untuk mendampingi dirimu.
Dari kejauhan ini, saya mencintaimu. Teruslah menjadi hebat seperti yang saya tau, saya selalu mendukung mimpimu.

Kamu satu-satunya alasan saya mulai nyaman dengan kesendirian, please don't do what I did.
Ohiya, apakah kamu tau bagaimana rasanya rindu tanpa bisa berbuat apapun?

– Your Pluto, K.