Hari ini, hari dimana saya (kembali) kalah dengan hati saya sendiri, sudah sekeras apapun saya untuk berusaha tidak mencarimu (kembali), namun saya memilih membasahi (kembali) samudra indah yang sudah sebisa saya keringkan karena menatap riuh isi kepala.
Hari ini saya mendengarkan beberapa playlist lagu yang diciptakan Iksan Skuter.
Masih ingatkah kamu dengan lagu kesukaan saya yang mana? Semoga.
Lagu yang setiap saya dan kamu mendengarnya, kamu mengucapkan "lagu kamu, nih!".
Lebih tepatnya, lagu yang kamu nyayikanlah yang menjadi lagu kesukaan saya, saya mengenal lagu Iksan Skuter pun juga dari suara merdumu.
Sampai sekarang, saya masih tersenyum kecil jika mengingat-ingat tentang saya dan kamu di waktu yang telah berlalu itu. Gadis batinku pun masih kebingungan karena saya terlihat seperti tergila-gila denganmu.
Saya hanya jatuh cinta. Jika ditanya kenapa? Susah sepertinya dijelaskan. Namun yang pasti, ini tentang kamu. Saya menyukai kamu yang apa adanya. Kamu tidak pernah berusaha keras untuk terlihat keren di depan saya.
Saya menyukai kamu yang mencoba menyanyikan lagu yang saya sukai. Tidak merasa malu untuk menanyakan ini-itu tentang yang tidak kamu tahu. Hingga kita memiliki lagu yang sama-sama saya dan kamu sukai. Yang (kembali) saya harap bisa saya dan kamu senandungkan bersama.
Kamu pun selalu mencoba mengerti dunia saya. Tidak membiarkan saya yang suka menghilang kalau sedang bertengkar dengan diri sendiri. Kamu yang tidak pernah merasa takut membuat saya terganggu karena keberadaanmu. Memang itu yang saya mau. Kamu mengetahui, itu.
Saya juga menyukai senyum menjengkelkanmu saat saya menatap. Padahal saya yang selalu menghindar dari matamu ketika saya dan kamu berbincang. Pipi saya kerap merah, lucu. Sampai pernah kamu menegur saya, “hati-hati menyukai adik sendiri!”
Masih ada yang saya sukai darimu, tentang kamu yang selalu berusaha membuat saya tertawa, tentang kelakarmu, tentang mimpi besarmu, dan tentang pelukmu yang hangat. Dan banyak. Masih banyak.
Kalau masih ada waktu saya bisa mengenalmu lebih lama, saya akan semakin menyukaimu. Saya akan semakin jatuh cinta. Tapi, sepertinya Cupid hanya memberi saya dan kamu waktu singkat. Waktu terbaik yang saya dan kamu punya.
Dan itu cukup. Terima kasih sudah mengizinkan saya mengenalmu.
Hari ini saya (kembali) melihatmu,
Terima kasih sudah bahagia (kembali),
dimana saat tanpa saya, yang tidak diizinkan kembali.